Beasiswa Depag

Beasiswa Depag untuk Lulusan Madrasah Aliyah Pesantren Terus Bertambah

Jakarta,23/10(Pinmas)–Beasiswa yang diberikan Departemen Agama melalui Direktorat Jendral Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), untuk lulusan Madrasah Aliyah dari Pesantren, terus bertambah dari tahun ke tahun. “Untuk tahun ini beasiswa diberikan untuk sekitar 300 siswa dan tahun depan bertambah menjadi 400 siswa,“ tandas Prof. Dr. Mohammad Ali, MA di Kantor Depag, Jakarta Kamis (23/10). “Adanya penambahan ini justru atas permintaan para Rektor sejumlah kampus yang berpartisipasi dalam program ini,“ tambahnya.

Sejak tahun 2005, Depag melalui Ditjen Pendis memberikan beasiswa bagi para lulusan Madrasah Aliyah dari pesantren untuk melanjutkan kuliah di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri terkemuka dan UIN se-Indonesia. Para calon mahasiswa masuk melalui tes khusus.

“Bila tidak ada treatment khusus, mereka khan sulit untuk memasuki Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi di Indonesia yang top di Indonesia. Tetapi sebetulnya mereka dari segi kecerdasan banyak dari mereka yang cerdas. Karena itu kita meminta ke sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia seperti ITB, IPB, UGM, ITS, Unair, Brawijaya dan beberapa UIN. Seperti UIN Jakarta untuk Fakultas Kedokteran, Kemudian UIN Jogyakarta untuk bidang Syariah, UIN Semarang untuk Ilmu Falaq. Itu mereka diseleksi secara khusus,“ paparnya.

Menurut Mohammad Ali, kesempatan mengikuti seleksi diberikan kepada para lulusan Madrasah Aliyah dari Pesantren yang mendapatkan ranking satu hingga ranking lima. “Jadi nanti mereka diajukan melalui Kanwil Depag setempat, dan mereka akan seleksi lagi di Perguruan Tinggi yang bersangkutan,“ ungkap Mohammad Ali.

Dengan demikian menurut Mohammad Ali, terjaring lulusan-lulusan Madrasah Aliyah dari pesantren yang memenuhi syarat universitas itu untuk masuk ke berbagai program di Universitas yang bersangkutan. “Selain dibayar SPP nya oleh pemerintah, itu mereka juga diberi biaya hidup. Ternyata setelah dilakukan pendidikan beberapa angkatan, ternyata hasilnya cukup mengagumkan dan para Rektornya justru minta untuk ditambah jumlah siswanya,“ kata Mohammad Ali.

Menurutnya, sebelum mendapatkan materi kuliahnya, mereka diberi semacam bimbingan belajar selama dua bulan terlebih dulu. “Setelah mengikuti bimbingan selama dua bulan ini, mereka bisa mengikuti kuliah dengan hasil yang bagus,“ ucapnya.

“Sebanyak 97 persen dari mereka, IPK nya di atas tiga. Hanya sekitar tiga atau empat persen saja yang IPK nya di bawah tiga. Bahkan sejumlah dari mereka, seperti dari IPB, ada yang mendapatkan nilainya rata-rata empat atau A. Itulah yang kita lakukan sekarang ini,“ katanya.

Menurut Mohammad Ali, sejak tahun pertama hingga tahun kemarin, jumlahnya sekitar 40 siswa dalam satu angkatan. “Namun atas permintaan para rektornya, karena nilainya bagus-bagus, mereka minta tambah. Jadi tahun ini 300 orang satu angkatan dan tahun depan 400 siswa. Total sampai saat ini saja sudah ada 900 siswa,“ ungkapnya.

Beberapa hari sebelumnya, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni di depan para Rektor UIN seluruh Indonesia dan Kepala Kanwil Depag seluruh Indonesia, menegaskan bahwa khusus terkait dengan pelaksanaan program pendidikan, harus selaras dengan kebijakan nasional pembangunan pendidikan secara keseluruhan. “Yaitu pertama, perluasan dan pemerataan akses pendidikan. Kedua, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta ketiga, peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan,“ tandas Menag.

“Berdasarkan ketiga indikator tersebut, perlu dipetakan bagaimana posisi pendidikan Islam saat ini. Dari sisi akses dan pemerataan, sejauh manakah pendidikan Islam telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan yang dapat diukur melalui Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan. Dalam Renstra Ditjen Pendidikan Islam, disebutkan target capaian APK tahun 2008 adalah 12 persen untuk Raudhatul Athfal (RA/BA), 22 persen untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), 27 persen untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta 8,9 persen untuk Madrasah Aliyah (MA). Karena itu kita harus mengevaluasi apakah target capaian APK tersebut telah terpenuhi,“ tambah Menag. (os/ts)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: